Kurikulum

Pendahuluan

Latar Belakang
Sejak tahun 2001 berdasarkan UU No. 22 tahun 1999 tentang pemerintah daerah, telah diberlakukan otonomi daerah bidang pendidikan dan kebudayaan.
Visi pokok dari otonomi dalam penyelenggaraan pendidikan bermuara pada upaya pemberdayaan (empowering) terhadap masyarakat setempat untuk menentukan sendiri jenis dan muatan kurikulum, proses pembelajaran dan sistim penilaian hasil belajar, guru dan kepala sekolah, fasilitas dan sarana belajar untuk teknis maupun oleh pemerintah daerah di tingkat Kecamatan, Kabupaten, Provinsi adalah memberikan dukungan baik berupa dana, fasilitas, dan ekspertis agar dapat terselenggaranya pelayanan pendidikan yang bermanfaat bagi pembangunan kehidupan riil di masyarakat dan dilakukan oleh masyarakat sendiri dengan mengacu pada standar mutu akademik secara nasional maupun internasional.
Diantara otonomi yang lebih besar diberikan kepada sekolah adalah menyangkut pengembangan kurikulum yang kemudian disebut dengan KTSP, yakni kurikulum operasional yang disusun dan dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan
Landasan Hukum

  • Undang-undang nomor 20/2003 tentang sistim pendidikan nasional pasal 36 ayat 1 dan 2, pasal 38 ayat 2 dan pasal 51 ayat 1
  • Peraturan pemerintah nomor 19 tahun 2005 tentang standar nasional pendidikan
  • Peraturan menteri pendidikan nasional nomor 22 tahun 2006 tentang standar isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah
  • Peraturan menteri pendidikan nasional nomor 23 tahun 2006 tentang standar kompetensi lulusan (SKL) untuk satuan pendidikan dasar dan menengah
  • Peraturan menteri pendidikan nasional nomor 24 tahun 2006 tentang pelaksanaan dari kedua peraturan menteri pendidikan nasional tersebut
  • Panduan dari badan standar nasional pendidikan

Pengembangan KTSP

Tujuan penyempurnaan KTSP Pengembangan kurikulum di SMK dilaksanakan di masing-masing satuan pendidikan dengan tujuan:

  • Menjaga agar kurikulum yang digunakan mengarah kepada tercapainya visi sekolah sesuai dengan perkembangan IPTEK dan harapan stakeholder
  • Pengembangan kurikulum dilaksanakan untuk mengevaluasi kurikulum dengan membandingkan anatar kompetensi dasar atau standar kompetensi atau kompetensi bidang studi yang dipersyaratkan secara nasional dengan kondisi nyata di sekolah
  • Menajmin kualitas lulusan sesuai dengan kompetensi yang ditetapkan kurikulum
  • Meningkatkan mutu pembelajaran yang variatif sesuai dengan assessment proses dan hasil belajar

Prinsip-prinsip pengembangan KTSP

Didalam panduan KTSP yang disusun oleh BNSP (2006) dinyatakan bahwa KTSP di kembangkan sesuai dengan relevansinya oleh setiap kelompok atau satuan pendidikan dibawah koordinasi dan supervise dinas pendidikan. Prinsip-prinsip pengembangan KTSP tersebut adalah:

  • Berpusat pada potensi, perkembangan kebutuhan dan kepentingan peserta didik dan lingkungannya
  • Beragam dan terpadu dengan memperhatikan keragaman karakteristik peserta didik, kondisi daerah jenjang dan jenis pendidikan serta menghargai dan tidak diskriminatif terhadap perbedaan agama, suku, budaya, adat, status sosial, ekonomi dan gender
  • Tanggap terhadap perkembangan ilmu pengetahuan teknologi dan seni
  • Relevan dengan kebutuhan hidup dengan melibatkan pemangku kepentingan (stackeholder) untuk menjamin relevansi pendidikan dengan kebutuhan kehidupan termasuk kehdupan kemasyarakatan dunia usaha dan dunia kerja
  • Menyeluruh dan berkesinambungan mencakup keseluruhan dimensi kompetensi bidang kajian keilmuan dan mata pelajaran yang direncanakan dan disajikan secara berkesinambungan semua jenjang pendidikan
  • Belajar sepanjang hayat
  • Seimbang antara kepentingan nasional dan kepentingan daerah

Acuan Operasional Penyusunan KTSP
Acuan operasional penyusunan KTSP yaitu :

  • Subject centered design, yakni dalam pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari sistematisasi disiplin ilmu (batang tubuh keilmuan) masing-masing yang terdapat dalam mata pelajaran
  • Leaner centered design, yakni pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari kebutuhan dan minat peserta didik secara individual
  • Problem centered design, yakni pengembangan SKL-MP dan standar isi bertolak dari problem actual dalam kehidupan yang dipecahkan oleh peserta didik dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat yang memperkaya atau meningkatkan cakupan indikator-indikator baik ranah kognitif, afektif dan psikomotrik

Comments are closed.

© 2018 SMK Negeri 1 Kawunganten